Utang di negara-negara maju rata-rata 110% dari produk domestik bruto
VIVAnews - Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, memperingatkan bahwa utang pemerintah (public debt)
di negara-negara maju kini sudah dianggap sama dengan "level di zaman
perang." Situasi ini menjadi ancaman besar bagi ekonomi global.
Berbicara
di pertemuan tahunan IMF di Tokyo hari ini, Lagarde menilai bahwa tanpa
pertumbuhan, ekonomi global berada dalam bahaya. "Dan mungkin
penghalang terbesar adalah begitu banyaknya warisan utang pemerintah,
yang rata-rata sebesar 110 persen (dari GDP) di negara-negara maju, sama
dengan tingkat di zaman perang," kata Lagarde seperti dikutip laman Press TV.
Kondisi
ini, menurut Lagarde, menyebabkan pemerintah di negara-negara yang
berutang besar itu sangat rentan mengalami krisis kepercayaan. Ini sudah
ada contohnya.
"Kita menyaksikan di zona euro, misalnya.
Masalah ini juga mengekang pemerintah yang bersangkutan, terutama saat
mereka berupaya membangun infrastruktur di abad ke-21 sambil tetap
menjalankan kebijakan-kebijakan lain, terutama di sektor sosial seperti
yang telah dijanjikan di abad ke-20," lanjut Lagarde.
Mantan
menteri keuangan Prancis itu selanjutnya menekankan bahwa mengurangi
beban utang pemerintah merupakan prioritas yang harus terlaksana,
walaupun dia menyadari bahwa "sangat sulit terpenuhi bila tanpa
pertumbuhan."
Pada 9 Oktober lalu, IMF melaporkan bahwa ekonomi
global bisa memburuk bila krisis utang di zona euro dan masalah fiskal
di AS tidak segera diselesaikan secara efektif.
Sehari kemudian,
Dana Moneter Internasional itu juga mengingatkan bahwa kepercayaan
keuangan global kini "sangat rapuh." Maka lembaga kreditur itu
menyerukan para pengambil kebijakan di Eropa untuk kian memperkuat
keuangan mereka.
Eropa jatuh krisis keuangan sejak awal 2008.
Kini sejumlah negara, yaitu Yunani, Spanyol, Portugal, Italia, dan
Irlandia terancam gagal bayar utang. Walau sudah disiapkan pinjaman
darurat dari IMF dan Uni Eropa, mereka harus menjalani program
penghematan yang sangat ketat, dan ini menghambat pertumbuhan ekonomi
masing-masing. (eh)