Herbal

Tampilkan postingan dengan label bom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bom. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Jerit Pilu Tentara Amerika Di Afghanistan

WILLIAM B Allen adalah petugas medis Angkatan Darat AS yang bertugas mendampingi dua putaran tur perang di Irak. Ia menghabiskan 27 bulan di sana. Dia baru saja menyelesaikan program tiga-minggu pengobatan untuk Gangguan Stres Pasca Trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Warrior Combat Stress Reset Center di Fort Hood, pangkalan militer terbesar AS di dunia.

Senin, 17 Desember 2012

Militer Zionis Israel Sembunyikan Banyak Fakta

Pemuda Palestina tanpa rasa takut dan hanya menggunakan batu melakukan perlawanan terhadap tentara Israel di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (17/11)/AP/Nasser Shiyoukhi

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang perwira Zionis menyatakan, militer Israel menyembunyikan banyak fakta selama pelaksanaan operasi "Pilar Pertahanan" atau Perang Delapan Hari Gaza.

Selasa, 04 Desember 2012

Dua pesawat hancur dan puluhan tentara salibis ISAF tewas oleh serangan mujahidin Taliban di Bandara Militer Jalalabad

JALALABAD (Arrahmah.com) – Pasukan penjajah salibis ISAF mengalami kerugian besar oleh serangan syahid yang luas atas bandara militer Jalalabad di propinsi Nangarhar. Bandara yang merupakan salah satu pangkalan militer terbesar pasukan salibis AS di propinsi Nangarhar itu diserang oleh 12 mujahid Taliban pada Ahad (2/12) sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Kamis, 29 November 2012

Ranjau mujahidin Taliban hancurkan tiga tank dan tewaskan enam tentara salibis AS di Helmand

HELMAND (Arrahmah.com) – Dua buah tank pasukan salibis NATO hancur saat terkena ranjau mujahidin Imarah Islam Afghanistan di wilayah Shawal Manda, distrik Nawzad propinsi Helmand pada Selasa (27/11) malam.

Kamis, 22 November 2012

Surat Seorang Ibu di Palestina

Ilustrasi/blogspot.com
REPUBLIKA.CO.ID, Sepekan sudah Israel membom-bardir Gaza dari darat, laut dan udara. Korban jiwa dan luka terus berjatuhan, terutama anak-anak dan kaum wanita.

Menyaksikan dan merasakan kekejaman Zionis-Israel dalam meluluh-lantakkan kampung halamannya, seorang ibu di Jalur Gaza mengungkapkan kepedihan lewat surat yang ia kirimkan kepada ROL.

Senin, 12 November 2012

Jangan Sampai Kasus TKI di Malaysia Jadi Bom Waktu

RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia harus menunjukkan itikad baik terhadap Indonesia dengan memproses hukum para pelaku pemerkosaan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia berinisial S (25). Proses hukum itu harus berjalan secara adil dan transparan.

"Jangan sampai kasus-kasus kekerasan terhadap TKI dan WNI di Malaysia jadi bom waktu hubungan bilateral kedua negara," kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq melalui pesan singkat, Senin ( 12/11/2012 ).

Mahfudz menilai pemerintah Malaysia belum menunjukkan itikad baik dalam penyelesaian rentetan kasus yang dialami WNI. Berbagai kasus yang kerap terjadi di Malaysia, yakni penyiksaan TKI oleh majikan hingga penembakan WNI oleh Kepolisian Malaysia dengan tuduhan melakukan kriminal.

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari mengecam pemerkosaan itu. Politisi PDI Perjuangan itu mendesak agar KBRI di Malaysia segera turun tangan melakukan perlindungan dan pembelaan terhadap korban.

Menurut Eva, KBRI harus menyediakan pengacara untuk mengawal kasus itu. Selain itu, KBRI juga harus segera mendesak jaksa Malaysia segera melakukan penuntutan. Penanganan perkara itu jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.

"Kepolisian Indonesia wajib ikut serta dalam penyidikan dan memantau supaya bukti-bukti tidak hilang," pungkas Eva.

Seperti diberitakan, TKW berinisial S (25) menjadi korban pemerkosaan tiga oknum anggota Kepolisian Diraja Malaysia. Sebagaimana diberitakan New Straits Times, Sabtu ( 10/11/2012 ), peristiwa tersebut berawal saat TKW itu sedang bepergian dengan kendaraan di Prai, Penang, Malaysia. Kendaraan yang ditumpanginya kemudian dihentikan dua petugas kepolisian.

S mengaku sempat disekap di salah satu ruangan. Kemudian, ia digiring ke ruang lainnya. Di situ ia dipaksa untuk melayani nafsu ketiga polisi. Polisi yang pertama kali melakukan pemaksaan bahkan meminta layanan lebih berupa oral seks. Setelah itu, dua polisi kemudian membawa korban ke Taman Impian di Alma dan melepaskannya di sana.

Dari sana, ia melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat, sekitar satu jam setelah ditinggalkan di Taman Impian. Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian mengantar korban ke RS Seberang Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta pemerkosa TKI di Pulau Penang diberi hukuman seberat-beratnya. Muhaimin meminta KJRI Pulau Penang dan KBRI Kuala Lumpur mendampingi korban dan terus memberikan perlindungan hukum.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri Tatang Boedi Utama Razak, Minggu, saat dihubungi per telepon menegaskan, Pemerintah Indonesia dipastikan akan mengajukan surat protes resmi terkait insiden dugaan pemerkosaan terhadap seorang TKI oleh tiga anggota Polis Diraja Malaysia itu.

Kepala Kepolisian Malaysia (CID) SAC Mazlan Kesah, Minggu, mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak perlu khawatir karena penyelidikan atas tiga anak buahnya yang diduga memerkosa seorang TKI pada Jumat lalu tidak akan ditutup-tutupi.

Cara Cepat Hamil

Editor :Hindra
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...