Herbal

Rabu, 08 Januari 2014

Cuaca Dingin, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp61 Triliun

Kilang minyak berhenti beroperasi, cadangan AS terancam menurun.
Cuaca dingin ekstrem landa Amerika Serikat dan Kanada (REUTERS/Christinne Muschi)

Cuaca dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat memaksa berbagai moda transportasi menghentikan layanan sementara. Akibat suhu di bawah nol juga, berbagai kilang minyak di AS berhenti beroperasi. Diperkirakan, kerugian Amerika mencapai puluhan triliun rupiah.

Diberitakan Reuters, Rabu 8 Januari 2014, Evan Gold, Wakil Presiden senior di Planalytics, perusahaan konsultan iklim bisnis, memprediksi AS merugi hingga US$5 miliar atau lebih dari Rp61 triliun.

Hal ini disebabkan oleh produktivitas yang mandek dan kehilangan penjualan beberapa retail. Dia mengatakan, sekitar 200 juta orang di kota-kota besar AS akan menerima tagihan besar biaya penghangat pekan ini. Akibatnya, mereka akan mengurangi pengeluaran beberapa bulan ke depan, mempengaruhi penjualan barang beberapa produsen.

Selain itu, kerugian juga akan datang dari beberapa perusahaan kilang minyak. Berbagai fasilitas kilang milik Marathon Petroleum Corp dan Exxon Mobil Corp terpaksa berhenti beroperasi karena cuaca dingin membuat mesin rusak.

Hal ini berdampak pada naiknya harga minyak mentah AS sebanyak 36 persen di angka US$94,03 per barel untuk pengiriman Februari 2014. Matinya operasi kilang minyak juga mengancam semakin berkurangnya cadangan minyak mentah AS.

Menurut data American Petroleum Institute (API) Selasa waktu setempat, stok minyak mentah berkurang hingga 7,3 juta barel. Sementara cadangan bensin berkurang 5 juta barel. Diperkirakan, pertumbuhan produksi minyak AS akan mulai menurun pada 2015, kendati permintaan dunia terus meningkat.

Cuaca dingin juga membuat transportasi di AS terganggu. Awal pekan lalu, salju dan es memaksa tiga kereta Amtrak di Illinois tidak bisa beroperasi, membuat lebih dari 500 penumpang terlantar semalaman.

Landasan yang membeku menyebabkan sekitar 2.380 penerbangan di AS ditunda dan 2.912 lainnya dibatalkan, seperti dicantumkan di FlightAware.com. Cuaca dingin juga menyebabkan pasokan bahan bakar pesawat membeku, salah satunya di Bandara Internasional O'Hare Chicago.

Sembilan orang dilaporkan tewas akibat cuaca dingin. Kebanyakan mereka berada di luar rumah dan tewas membeku, seorang lainnya jadi korban salju longsor

Sumber : VIVA.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...